Gule Heikel van Djawas yang Legendaris

Foto: Bondan W
Foto Selengkapnya
Djawas adalah sebuah rumah makan lawas. Ejaannya saja masih setia mengikuti ejaan saat pertama kali didirikan. Pada sekitar tahun 1960-an, rumah makan ini merupakan salah satu favorit ayah saya. Pokoknya, kalau ingin makan nasi kabuli, tidak ada tempat lain untuk memesannya, kecuali Djawas.Di masa itu, Djawas masih berlokasi di Jalan Layur, Kampung Melayu – tempat bermukimnya warga keturunan Arab di Semarang. Rumah makan ini memang langsung identik dengan masakan Arab. "Restoran ini sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda," begitu kata Ayah dulu. "Yaitu ketika kapal-kapal niaga masih berlabuh di dekat Kampung Melayu situ."
Sayangnya, pasang-surut air laut dan menurunnya popularitas membuat Djawas kemudian bagai nomad – berpindah-pindah ke berbagai tempat di Semarang, sebelum kemudian "berlabuh" di Ungaran.
Sekarang, rumah makan ini diteruskan oleh Fauzi Djawas, generasi ketiga, yang tetap mempertahankan tradisi. Salah satu tradisi Djawas adalah membuat minyak samin sendiri. Dan inilah kunci yang membuat masakannya mantap. Tidak heran bila minyak samin Djawas pun banyak dipesan oleh pelanggannya untuk memasak di rumah.
Tetapi, karena istri Fauzi yang memasak adalah orang keturunan Pakistan, jadilah gagrak masakannya sekarang bergeser ke arah Arab-Pakistan. Masakan Pakistan yang disukai di sini adalah gule heikel alias gule kaki kambing. Gule heikel ini nikmatnya dicocol dengan roti canai yang sungguh fluffy.
Hidangan paling populer di Djawas adalah nasi kabuli (Rp 20 ribu), lengkap dengan sepotong kambing goreng. Bumbunya kaya, aromanya harum, dengan citarasa yang otentik Arab. Apalagi dengan kambing gorengnya yang gurih empuk. Mak nyuss!!
Tersedia juga nasi goreng kambing (Rp 15 ribu) yang disukai banyak orang. Sebetulnya, bumbunya sangat mirip dengan nasi kabuli. Bedanya, nasi kabuli lebih meresap bumbunya karena dimasak sejak berasnya mentah. Kebanyakan tamu tidak puas dengan sepotong daging kambing yang menyertai nasi kabuli atau nasi goreng, sehingga perlu pesan seporsi kambing guling atau kambing goreng yang dibandrol Rp 30 ribu per porsi. Untuk yang masih berselera Jawa, juga tersedia tongseng dan tengkleng (gulai encer).
Minuman yang paling cocok untuk masakan-masakan machtig ini adalah teh bumbu khas Arab (dengan kapulaga, cengkeh, kayu manis, dan susu) yang sungguh nikmat.
Sebelum saya menampilkan rumah makan ini di Wisata Kuliner TransTV beberapa tahun yang lalu, nasi kabuli hanya merupakan menu akhir pekan. Sejak popularitasnya terkatrol oleh Wisata Kuliner, sekarang tiada hari tanpa nasi kabuli di Djawas. (Bondan Winarno)
RM Djawas
Jl. Jl. Gatot Subroto 93
Ungaran, Jawa Tengah
Telp: 024-6922041
- Komentar terkini (0 Komentar)
- disclaimer
Kirim komentar anda:
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 862.000
-
Rp 1,415.000


Sending your message


Komentar